Barang Yang Tidak Boleh Dibersihkan Dengan Cuka

Barang Yang Tidak Boleh Dibersihkan Dengan Cuka

Jasa Bersih Kantor – Selain digunakan sebagai penyedap masakan, cuka yang efektif menghilangkan noda juga sering digunakan untuk membersihkan berbagai peralatan rumah tangga. Tidak hanya lebih murah dan aman, membersihkan perabot rumah dengan cuka juga dianggap lebih praktis dan ramah lingkungan. Namun tahukah Anda bahwa ada beberapa hal yang bisa rusak jika dibersihkan dengan cuka? Agar tidak tertipu, daftarkan hal-hal yang tidak bisa dibersihkan dengan cuka berikut ini.

Barang Yang Tidak Boleh Dibersihkan Dengan Cuka

Lantai Granit dan Marmer

Kandungan asam cuka membuat permukaan granit dan marmer kusam dan berubah warna. Meski granit dan marmer dikenal mahal dan keras, namun permukaannya justru akan memudar saat dibersihkan dengan cuka. Padahal furnitur yang menggunakan bahan granit dan marmer ini dikenal kaya akan struktur dan coraknya. Untuk membersihkannya, gunakan hanya campuran air hangat dan deterjen.

Lantai Batu Alam

Seperti halnya granit dan marmer, Lantai batu alam juga akan merusak permukaannya jika dibersihkan dengan cuka. Jika Anda memiliki ubin batu alam di rumah, hindari membersihkannya dengan cuka, lemon, atau amonia. Keasaman cuka dapat menggores dan merusak permukaan. Nah, jika rusak, diperlukan pemolesan ulang yang mahal untuk memperbaikinya.

Layar Ponsel dan Laptop

Jangan pernah membersihkan ponsel atau alat elektronik dengan cuka, jika tidak Anda akan merusak lapisan layar. Laptop, ponsel atau tablet tidak boleh dibersihkan dengan cuka karena kandungan asam di dalamnya dapat merusak lapisan layar pada perangkat. Apalagi jika perangkat tersebut menggunakan teknologi layar sentuh, yang fungsinya bisa diubah nantinya saat Anda menggosoknya dengan larutan cuka. Lebih baik gunakan formula khusus untuk membersihkannya.

Jangan Mencampur Cuka Dengan Cairan Pemutih

Hindari pemakaian cuka untuk pakaian yang sudah diberi pemutih, karena jika kedua bahan ini bercampur akan menghasilkan racun. Meskipun cuka membantu mengurangi bau tak sedap dan membuat pakaian lebih bersih saat dicuci, sebaiknya hindari mencampurkan cuka pada pakaian yang telah diberi pemutih. Campuran amonia dalam cuka dan pemutih menghasilkan gas beracun yang berbahaya bagi Anda. Lebih baik gunakan saja salah satunya.

Furnitur Kayu

Menggunakan cuka pada furnitur kayu yang dilapisi lilin menyebabkan permukaannya aus dan tergores. Cuka justru bisa melarutkan lapisan lilin pada furnitur rumah tangga dan membuat permukaannya kusam. Sebaiknya hindari membersihkan furnitur kayu yang dilapisi wax dengan cuka dan gunakan pembersih yang sesuai untuk permukaan wax agar tampilannya selalu terjaga, termasuk rak, lemari dan lantai kayu.

Noda Telur Mentah

Noda telur mentah menjadi lebih sulit dihilangkan jika Anda membersihkannya dengan cuka. Jika Anda tidak sengaja menjatuhkan telur ke lantai dan isinya pecah di mana-mana, jauhkan dari cuka. Keasaman membuat enzim protein dalam telur lebih tebal dan bahkan lebih sulit untuk dihilangkan. Lebih baik gunakan air panas yang dicampur sabun atau gunakan baking soda untuk hasil yang lebih efektif.

Mutiara

Lebih baik membersihkan manik-manik dengan air hangat dan sabun daripada menggunakan cuka. Mutiara terbuat dari marmer, batu kapur dan kalsium karbonat. Sehingga kalsium karbonat dalam mutiara terkena cuka dan bereaksi dengan asam di dalam cuka dan menyebabkannya larut. Untuk menghindari kerusakan pada manik-manik, cukup bersihkan dengan kain lembut yang dicelupkan ke dalam larutan air hangat dan deterjen.

Cuka memiliki banyak manfaat terutama untuk membersihkan perabot rumah tangga. Tapi tetap hati-hati, karena tidak semua barang bisa terlihat lebih baik jika dibersihkan dengan cuka. Bukannya menjadi bersih malah merusak barang tersebut. pastikan anda memiliki wawasan mengenai barang apa yang bisa dibersihkan dengan cuka.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *